Piawai sekali Si Ikal menyusun kata. Memilih diksi. Menguras emosi. Baru melangkah di lembar-lembar awal, Andrea Hirata telah sukses membombardir jiwa saya. Serasa terbang melayang di awan, lalu meluncur deras, terhempas di atas cadas. Remuk. redam. Tidak karuan. Kondisi yang menyedihkan. Hati saya pedih, Mata saya perih. Di ruang tamu pagi itu saya [...]
Saat ‘joging’ beberapa waktu lalu, saya mampir di kedainya Mas Yodhia Antariksa. Satu dari beberapa tempat yang rutin saya singgahi. Sekedar mengurangi kepenatan, kejenuhan atau hanya menyapa dan silaturahim. Tapi saya jauh lebih banyak mendapat manfaat, sambutan ramah dan jamuan yang renyah nan krispy dari ramuan khas Mas Yod. Menurut saya, hidangan kedai-nya [...]
Tak ada lagi yang bisa
mewakili rasa duka yang mencabik rasa
membebat jiwa membunuh nilai mulia
karena tlah kering air mata
telah habis pula kata-kata
hanya satu saja tersisa
sepenggal doa
sebait asa
agar Engkau yang Maha Kuasa
menurunkan apa yang kami Minta
Allahuma… Binasakan Yahudi semua..!
Allahuma… hancurkan mereka..!
Allahuma… pecah belah persatuan mereka…!
Allahuma… liputi diri mereka dengan azab-Mu
duhai Palestina…
betapa lemah keadaanku kini…
tak mampu aku menampung [...]
PERBUDAKAN MANUSIA
(catatan kecil dan muhasabah awal tahun)
Remaja berkulit gelap itu mengerang, meraung dan menangis. Ia muntah-muntah dan menggerakkan kepalanya tanpa sanggup berdiri. Ia harus telentang rebah karena tangan dan kakinya dijerat borgol yang terkait kuat di lantai papan. Erangannya melesak di ruangan gelap, derit kapal yang melaju di tengah samudera menambah perasaan muram siapapun yang [...]