27 Jun, 2010
Posted by: fahri In: Catatan
Menangis, kadang kita memang tak perlu alasan untuk itu. Begitu saja terjadi. Dan tiba-tiba. Mungkin memang bukan tanpa alasan sama sekali. Tapi sebuah alasan yang datang begitu cepat. Dan bereaksi cepat. Sebuah lintasan spontan bisa menjadi sebab kita menangis.
11 Jun, 2010
Posted by: fahri In: Catatan
Seringkali, saya dapat kesempatan, melihat jiwa-jiwa sejati. Betapa gagah. Mengagumkan. Asik sekali saya menyelami pribadi seperti itu. Belajar seperti mereka. Bagaimana mungkin ia bisa begitu mudah memaafkan. Padahal saya tahu, sungguh dalam luka hatinya. Atau, betapa tangguhnya ia, memikul beban masalah diri dan keluarganya. Karena saya tahu betapa rumit masalahnya membelit belit.
04 Jun, 2010
Posted by: fahri In: Catatan
Melewati kepala empat, dalam perjalanan panjang pembelajaran hidup, baru saja saya mendapat ‘teguran’ sangat telak. Dan merasa, Betapa tumpulnya diri ini. Lemah sekali menangkap tanda. Bahwa proses belajar yang madal hayah (sepanjang hayat) tidak mendapat perhatian semestinya. Setidaknya seperti itu yang terasa. Ada beberapa alasan sampai saya merasakan itu sebagai sebuah teguran telak yang menohok
19 May, 2010
Posted by: fahri In: Catatan
“Aku minta maaf..!”
Pada hari kiamat, Seorang hamba datang pada Allah. Ia akan meminta dan ‘menuntut balas’ saudaranya, yang telah mendzoliminya semasa di dunia. Dan kini ia harus membalas kedzoliman saudaranya itu. Dipanggillah kedua hamba yang berseteru ketika di dunia itu. Pengadilan Ilahi akan dimulai.
Tidak perlu emas 24 karat untuk menjadi cincin bermata berlian yang penuh pesona
Karna emas 24 karat terlalu lunak dan tak dapat mencengkram berlian dengan sempurna
Mungkin cukup 18 karat, Tetap bernilai dan mampu menahan berlian dengan kuat.
Berlian dapat bertahta dengan kokohnya tanpa harus bersaing dengan kilap emas
Memancar anggun, Menjadikan cincin makin sedap dipandang mata.