Cerita tentang dawah di era awal tarbiyahan selalu menggugah hati dan rasa. Bersyukur saya bisa mengalami zaman indah kala itu. Selain mendengar dari lisan-lisan para pelaku, saya juga mengalami dan menyaksikan sendiri.
Cerita tentang dawah di era awal tarbiyahan selalu menggugah hati dan rasa. Bersyukur saya bisa mengalami zaman indah kala itu. Selain mendengar dari lisan-lisan para pelaku, saya juga mengalami dan menyaksikan sendiri.
Surya tenggelam. Datang lagi malam. Hitungan masehi, malam terakhir di angka 2009. Dalam bilangan, bertambah usia lumayan panjang. Tua bahkan. Bumi yang renta. Bumi yang megap-megap kehabisan tenaga.
setiap malam, ya setiap malam. ia sediakan waktu ‘lelapnya’ untuk bangun. berdiri, ruku, dan sujud. Berdoa, munajat dan berlinang air mata. Sebuah kenikmatan jiwa. Hiburan tak terkira. Padahal dikala yang sama. kebanyakan manusia mengembara. membawa mimpi dan asa.
Selalu saja senyum yang kau beri , Bunda
meski duka menyesak dada
meski sedih selalu ada
kadang tadzkiroh (peringatan) datang dari hal yang sederhana. Seperti yang saya alami ; Satu hari, sebuah pesan singkat (SMS) masuk, hanya nomor, nama yang belum disave, tak dikenal! namun tak masalah, saya baca dengan antusias. kira-kira isinya begini;”Pak saya minta ijin untuk mengkopi tulisan bapak di blog dan saya tempelkan di mading musholah kantor saya.