Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/dwifahr/public_html/wp-settings.php on line 472

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/dwifahr/public_html/wp-settings.php on line 487

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/dwifahr/public_html/wp-settings.php on line 494

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/dwifahr/public_html/wp-settings.php on line 530

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/dwifahr/public_html/wp-includes/cache.php on line 103

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/dwifahr/public_html/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/dwifahr/public_html/wp-includes/theme.php on line 623
pesona kata

I Ketika di Pekalongan, SMA kelas tiga Ke Wisconsin aku dapat beasiswa Sembilan belas lima enam itulah tahunnya Aku gembira jadi anak revolusi Indonesia Negeriku baru enam tahun terhormat diakui dunia Terasa hebat merebut merdeka dari Belanda Sahabatku sekelas, Thomas Stone namanya, Whitefish Bay kampung asalnya Kagum dia pada revolusi Indonesia Dia mengarang tentang pertempuran Surabaya Jelas Bung Tomo sebagai tokoh utama Dan kecil-kecilan aku nara-sumbernya Dadaku busung jadi anak Indonesia Tom Stone akhirnya masuk West Point Academy Dan mendapat Ph.D. dari Rice University Dia sudah pensiun perwira tinggi dari U.S. Army Dulu dadaku tegap bila aku berdiri Mengapa sering benar aku merunduk kini II Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak, doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, ebuh Tun Razak, Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata Dan kubenamkan topi baret di kepala Malu aku jadi orang Indonesia. III Di negeriku, selingkuh birokrasi [+]

11
Oct
Related entries:Uncategorized

Pasti kita pernah mendapatkan satu kondisi, baik mengalami sendiri maupun melihat orang lain, melakukan satu hal yang sungguh memalukan. Mungkin ayah yang memukul anaknya cuma karena masalah sepele. Atau seorang guru yang memuncratkan kata-kata makian pada muridnya yang tak mengerjakan PR. Atau seorang polisi yang tengah memberi ‘pelajaran’ pada pengendara bermotor tak berhelem dengan salam tempelnya. Bisa juga anggota dewan yang ngotot meminta ’jatah’ pada dinas tertentu, atau seorang ustadz yang terbukti korupsi.

Sungguh memalukan bukan? Jika-pun itu bukan kita, melihatnya saja sudah membuat diri ini malu. Adakah yang merasa biasa-biasa saja melihat pemandangan seperti itu? Atau, malah lebih keras, adakah yang biasa-biasa saja melakukan hal-hal seperti itu? Naudzubillah min dzalik.

Dalam dimensi akhlak seorang muslim, hal-hal seperti itu jauh lebih kecil bahkan lebih halus lagi. Merasa sangat sungkan melakukan sesuatu yang kecil saja. Seorang ayah yang tak bisa [+]

13
Sep

“Lebaran kali ini benar-benar penuh kehangatan.” Demikian bunyi salah satu pesan SMS yang masuk. Mengharukan sekali pikir saya. Namun reaksi saya berubah setelah membaca kelanjutan SMS itu, “Karena opor ayam harus dihangatkan, rendang dan semur dihangatkan dan itu karena lebaran tidak jadi hari selasa, jadinya Rabu..!”  Begitu SMS mengharukan tadi. Akhirnya, boro-boro mengharukan, Malah mengundang senyum tawa. Seharusnya lebaran memang penuh kehangatan.  Bukan menghangatkan opor, rendang dan semur, tapi benar-benar menghangatkan hubungan, suasana dan keadaan kita dalam keluarga dan di masyarakat. Bisa dipastikan selama setahun berinteraksi ada salah sangka, gurauan, dan ucap kata yang tak pas sehingga meninggalkan guratan di hati.  Ada ketersinggungan, marah, kecewa dan perasaan tak nyaman lainnya.  Lebaran selama ini memang sudah menjadi media ampuh untuk saling memaafkan.  Sarana oke untuk mengeratkan persaudaraan. Tempat keren [+]

12
Aug
Related entries:Catatan, family

Anak-anak adalah wujud hati.  Dan wajah jiwa sendiri. Duta nurani dan perwujudan cinta sejati. Selaksa kertas putih. Bersih.  Terlahir bersih. Fitri. Harus terjaga tetap fitri.  Tetap putih.  Dan hanya bisa dengan ramuan cinta.  Formula yang terbentuk dari rumus kerja jiwa. Selanjutnya cinta dapat membentuk istana bunga. Dengan aneka aroma.  Cinta-pun bisa membentuk pelangi. Aneka warna.  Itulah kerja yang menghasilkan kasih. Asih.  Asik sekali. Beragam cita dan harapan. Mimpi dan imajinasi. Membentuk apa saja. Bekerja demi cinta hasilkan kesetiaan. Bekerja untuk cinta berbuah kepuasan dan pengabdian.  Namun berkorban demi cinta, akan dapatkan keajaiban. Keajaiban cinta. Pernikahan selalu menjadi sarana. Meretas cinta.  Memupuk cinta. Menumbuh kembangkan cinta.  Menyambung dan mengobati cinta. Memadu dan meneguhkan cinta.  Hingga cinta bertumbuh.  Berakar. Berbatang.  Berranting. Bercabang. Berdaun. Berbungga. Berbuah.  Kokoh. Teguh.  Hingga yang ada [+]

03
Aug
Related entries:SIROH

Jiwanya yang sedap segar. Membuat langkah hidupnya mantap dan tegar. Pintu kemudahan dibukakan lebar-lebar. Rizki seakan berebutan memasuki pundi-pundinya. Keberhasilan perniagaannya sudah tak terbantahkan. Kehidupannya sungguh menyenangkan. Wanita karir yang berhasil. Sukses. Harta dalam jumlah besar. Dan kedudukan social yang mulia. Apa lagi yang akan diharapkan. Segala rupa kenikmatan telah ada. Segala macam harta ia punya. Itulah kenikmatan dunia. Ternyata semua itu tak membuat kebahagianya tercukupi. Keinginannya terpenuhi. Ada wilayah jiwanya yang luput. Ada segurat gelisah. Yang Ia sendiri belum mampu menerjemahkan, apa hakekatnya. Dan waktu terus merayap pergi.

Khodijah adalah wanita sejati. Dan tetap sebagai seorang wanita. Sikap lembut dan cinta kasihnya terus saja hidup, dan bersemayam di jiwanya. Tumbuh bersemi. Menyubur. Kuncup yang mulai mekar merekah. Semakin indah. Menyebarkan aroma wewangian. Ke segenap arah angin membawanya. Hinggap di tiap sisi [+]

Categories
 
Ads
 
©2008 Demo | Designed by: Elegant Wordpress Themes & Made free by SOURCE-Promo.com Promo Items | Valid XHTML | WordPress